Contoh Puisi Pendidikan dan Sekolah yang Penuh Makna

Contoh puisi pendidikan dan sekolah yang akan kami sajikan merupakan refleksi dari kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. Menggambarkan tentang aspek di dalam sistem pendidikan, entah itu menyangkut guru, murid, buku dan lain sebagainya.

contoh puisi pendidikan dan sekolah
Contoh Puisi Pendidikan Pendek dan Singkat – via theuniquebros pixabay

Kita juga tahu, pendidikan termasuk tombak kemajuan bangsa. Dengan adanya pendidikan, sebuah bangsa bisa jauh lebih maju dan berkembang. Memerhatikan pendidikan terutama di negeri sendiri juga cukup penting mengingat kita butuh anak muda yang cerdas dan terampil guna membangun bumi pertiwi.

Kalau teman-teman sedang mencari contoh puisi tentang pendidikan, maka kamu bisa melihat contoh puisi sekolah berikut ini. Kamu bisa menjadikannya sebagai referensi untuk tugas, perpisahan atau bahan renungan kita semua. Yuk, simak!

1. Puisi Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Terima Kasih Guruku

Oleh Asrur Rifa

Aku tak bisa menyongsong dunia
Tanpamu, wahai guruku
Aku tak bisa bertapak gagah
Tanpamu, wahai guruku

Ku akui, dirimu begitu terang
Bak lentera di gelapnya malam
Membawa jalan dan pengharapan
Untuk diriku di masa depan

Ilmu serta dedikasimu
Sangat membekas dalam setiap langkahku
Membersamai takdir dan waktuku
Hingga akhir hayatku
Terima kasih, wahai guruku

Arti kiasan : Puisi guru pahlawan tanpa tanda jasa yang satu ini menggambarkan seorang murid yang merasa sangat berterimakasih kepada gurunya. Berkat bimbingan dan ilmunya di masa lampau, murid tersebut bisa mencapai kesuksesan seperti yang dia impikan. Ilmu membaca, menulis dan menghitung tentu sangat berarti bagi kita semua bukan? Makanya kita harus menghormati guru dan sangat berterimakasih kepada mereka yang telah membimbing kita di masa lalu. Berkat mereka, kita bisa menjadi seperti sekarang ini.

2. Puisi Tentang Guru yang Menyentuh Hati

Petuah Sang Guru

Oleh Asrur Rifa

 

Aku melangkah kepayahan
Menyusuri sungai-sungai pedalaman
Melintasi jalan dengan tergopoh-gopoh
Bersama buku ajar dan seragamku
Aku melihat mereka seraya tersenyum
Mereka pun memanggil dan menyalamiku

Di tengah ruangan kecil itu
Kami belajar bersama, mengarungi isi dunia
Bercanda bersama, dikala suka dan duka
Aku mengajar bagai seorang ayah
Mendidik mereka ke jalan yang benar

Wahai anakku…
Semangatlah belajar…
Meski atap kerap menetes

Wahai anakku…
Semangatlah belajar…
Meski harus melangkah ribuan meter

Wahai anakku…
Semangatlah belajar…
Meski sedang di pelosok negeri

Wahai anakku…
Songsonglah masa depan…
Demi majukan bumi pertiwi

 

Artinya : Puisi ini terinspirasi dari bapak / ibu guru di Indonesia yang rela mengajar meski harus menempuh perjalanan puluhan kilometer, berenang mengarungi sungai dan menyusuri hutan pedalaman. Mereka sangat berjasa terhadap pendidikan di Indonesia dan rela mempertaruhkan nyawanya setiap hari. Meski gaji yang diterima sangat kecil namun mereka masih ikhlas dan bersemangat untuk mengajar. Masya’ Allah.

3. Puisi Tentang Guru dan Anak Putus Sekolah di Indonesia

Guru Impian

Oleh : Asrur Rifa

Cinta dan kasih
Kau bawakan selalu
Di setiap pagi
Penuh semangat dan nuansa baru

Belajar bak sedang bermain di pantai
Riang, hangat dan seru sekali
Angka-angka bak berteman dengan kami
Bersenda gurau bersama logika kami
Ruang kecil itu berubah penuh tawa
Oleh aksimu yang penuh jenaka

Andai kita pernah bertemu
Kami tidak mungkin diam terpaku
Meratapi nasib dan menjadi manusia jalanan
Mengais rezeki di lalu lalang
Kehilangan arah bak dedaunan yang beterbangan
Kami sadar, bertemu denganmu hanyalah impian belaka

Arti kiasan : Puisi tentang sekolah dan pendidikan yang satu ini diambil dari perspektif yang cukup berbeda. Karena banyak sekali anak muda di Indonesia yang masih belum mengenal pendidikan / putus sekolah dan akhirnya menjadi anak jalanan. Mereka mengais rezeki dari pagi hingga malam, dari jalan ke jalan. Andai saja kualitas dan sistem pendidikan di Indonesia lebih baik, pasti kondisi semacam ini akan berkurang. Mereka juga pasti berharap untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang, tidak seperti yang sekarang ini. Yah, ini bisa menjadi renungan kita bersama dan semoga ke depannya pemerintah lebih peduli terhadap masalah ini.

 

4. Puisi Tentang Buku (Puisi 4 Bait)

Buku Sang Filsafat

Oleh Asrur Rifa

Kau menyilaukan pandanganku
Menjernihkan logikaku
Meluruskan langkah jejakku
Dan melapangkan isi sukmaku

Gelap yang ku derita
Bisa kau obati dengan mudahnya
Goresan pena ditubuhmu
Juga membawaku ke penghujung dunia

Pikiranku menjadi luas bak samudera
Terisi penuh oleh filsafat kehidupan
Yang membawa cinta, kasih dan pengharapan
Yang membawa realita, kesedihan dan kesengsaraan

Buku…
Kau mengajariku tentang manusia dan sifatnya
Kau menyadarkanku bahwa dunia penuh lika-liku
Kau memang guruku yang paling tenang dan pendiam

Arti : Puisi tentang pendidikan yang satu ini membahas mengenai esensi buku dalam kehidupan. Dengan membaca buku, pengetahuan kita jadi lebih luas dan pikiran jadi lebih terbuka. Buku juga mengajarkan kita arti kehidupan dan segala kerumitan yang terjadi.

 

5. Puisi Tentang Sekolah Pasca Sarjana di Indonesia

Sarjana

Oleh Asrur Rifa

Batinku kian berontak
Setelah memandang jauh realita
Diriku yang bertitel sarjana
Bekerja sebagai tuna karsa
Bersimpuh penyesalan dan kegundahan

Kuhabiskan masa muda
Kukecewakan jerih payah orang tua
Kukuras daya dan pikiran
Untuk hal yang ternyata sia-sia

Aku bak manusia paling bodoh semuka bumi
Dibutakan oleh angka-angka akademis
Yang sejatinya tak dibutuhkan oleh mereka

Mungkin ini hanyalah ego yang kuagung-agungkan
Demi mengilhami bobroknya sistem pendidikan
Demi memvonis realita dan penyakit sosial
Yang sudah menjangkitiku pasca wisuda

Arti kiasan : Puisi tentang pendidikan dan sekolah ini menggambarkan seorang pemuda sarjana yang belum mendapat kerja / masih menjadi pengangguran. Berserah pada nasib dan membanggakan titel sarjana yang dibawanya sehingga lebih baik menganggur daripada bekerja. Ini cukup ironis mengingat di sekitar kita banyak lulusan universitas tapi menjadi pengangguran padahal umur masih muda.

Memang tidak semua seperti itu, tapi tidak sedikit yang berpikir demikian. Hal ini mungkin karena kurangnya skill yang dimiliki atau lebih mementingkan nilai akademis daripada keterampilan dalam dunia kerja. Hal ini juga mungkin dikarenakan sistem pendidikan yang masih berfokus pada teori yang menyebabkan siswanya jadi minim praktik.

Akhirnya mereka jadi kaget sewaktu masuk dunia kerja. Ini hanyalah opini pribadi, jangan disalahartikan. Karena bagaimanapun, banyak juga kok lulusan kuliah yang sukses dan bisa bersaing di dunia kerja. Ya semua itu memang tergantung dari pribadi masing-masing.

6. Puisi Tentang Sistem Pendidikan dan Sekolah di Indonesia

 

Ironi Pendidikan

Oleh Asrur Rifa

Belajar tiada rem berhenti
Datang pagi, pulang malam hari
Bukankah ini sebuah ironi?
Belajar bak sedang diracuni?

Pikiran melayang-layang
Suntuk dan kantuk selalu mendera
Terbelenggu oleh kewajiban akademis
Terbebani oleh segala ilmu yang masuk ke akal

Angka-angka yang runyam
Menggerogoti pikiran kami
Ujian-ujian tiap bulan
Mengekang kebebasan kami

Angka-angka yang kecil di kertas
Membuat kami dimarahi
Memaksa kami untuk bimbingan
Meski itu menyiksa batin

Tekanan demi tekanan
Memaksa kami untuk menghalalkan segala cara
Demi sebuah nominal yang agung
Karena bagaimanapun,
Nominal itu yang akan menyelamatkan kami
Dari jurang kenestapaan

Kami ahli menjiplak bukan berkarya
Kami lihai berbohong bukan berkata jujur
Kami tunduk dan patuh bukan berinovasi
Namun, seperti inikah manusia?

Artinya : Puisi tentang pendidikan dan sekolah ini sangat subyektif ya teman-teman. Ini hanya pendapat pribadi si pencipta puisi mengenai sistem pendidikan yang berlaku di Indonesia. Di luar negeri, belajarnya itu paling 5-7 jam dan itu sangat efektif. Mereka tidak stress dan di waktu luangnya itu bisa diisi aktivitas untuk pengembangan diri.

Kalau di Indonesia? Siswa di suruh belajar dari pagi hingga sore, bahkan ada yang sampai malam hari. Itu belajar atau lembur kerja? Panjang banget durasinya. Kalau mau belajar lagi di rumah, jelas sudah letih dan lunglai. Tidak akan ada semangat untuk belajar apalagi pengembangan diri.

Belum lagi, nilai matematis selalu diutamakan sebagai standar kelayakan belajar siswa. Padahal belum tentu semua pelajaran dia suka, belum tentu semua pelajaran dia bisa. Nalarnya, pikirannya akan overload dan belajarnya akan setengah-setengah. Maklum kalau banyak yang suka mencontek karena bebannya begitu berat. Kalau nilai tidak sesuai KKM, harus remidial.

Kalau banyak nilai jelek, tidak naik kelas. Memang masih harus banyak yang dibenahi pada sistem pendidikan Indonesia sekarang. Semoga ke depannya jauh lebih baik lagi dan bisa mengikuti konsep belajar yang sudah diterapkan di Finlandia, negara dengan sistem pendidikan terbaik dunia. Aamiin.

7. Contoh Puisi Tentang Pendidikan Penuh Makna

Tuna Aksara

Oleh Asrur Rifa

Menjadi manusia tuna aksara
Membuatku bingung dan linglung
Tak kuasa memahami isi secarik kertas
Tak kuasa menerjemah barisan sajak

Hidupku penuh kehampaan
Karena wawasan sesempit kotak
Lisanku membisu tuk berucap
Karena acap gagal merangkai kata

Inginku putar masa lalu
Tuk belajar memahami buku
Inginku mencari ilmu
Tuk menemukan jati diriku

Sayangnya gigiku mulai menguning
Rambutku kian memutih
Pikiranku pun sudah tak bening
Terisi rasa sesal dan pening

 

Artinya : Contoh puisi pendidikan ini menggambarkan orang tua yang tidak bisa membaca. Dia menyesal karena tidak belajar membaca sewaktu masih muda dulu. Hingga di masa tuanya dia merasa serba kekurangan ilmu dan akhirnya menyesal.

 

8. Contoh Puisi Pendidikan Chairil Anwar

 

Aku

Oleh Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Nah itulah beberapa contoh puisi pendidikan dan sekolah yang dapat kami sampaikan. Dengan melihat contoh puisi tersebut, kamu bisa lebih paham untuk membuat puisi yang baik dan benar. Mulai dari diksi, majas, irama dan lain sebagainya. Kalau kamu ingin menyalin (copas) puisi tersebut, silakan cantumkan sumber dan hasil karyanya. Puisi tersebut semua dibuat dengan sepenuh hati oleh Asrur Rifa (kecuali Aku oleh Chairil Anwar) dan jangan disalahgunakan karena itu melanggar hak cipta. Terimakasih banyak!

(Visited 479 times, 10 visits today)

Post Author: Update Banget

Tinggalkan Balasan