Cara Sungkem Bahasa Jawa Krama (Lebaran & Pernikahan)

4 min read

Cara Sungkem Bahasa Jawa Krama Alus (Kata-kata Mohon Maaf)
Sungkem kepada Ibu – foto via Flickr.com | Itemaniz

Bagaimana sih cara sungkem dengan bahasa Jawa? Buat yang belum tahu, sungkem adalah tradisi atau adat masyarakat Indonesia untuk meminta maaf kepada orang tua dengan cara duduk bersimpuh lebih rendah dari orang tua.

Sungkem atau sungkeman ini umumnya dijumpai di daerah Jawa mulai dari Solo, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Meski begitu, ada juga masyarakat di luar Jawa yang menggunakan tradisi ini.

Sungkeman umumnya dilakukan saat acara pernikahan atau lebaran (Hari Raya Idul Fitri / Hari Raya Idul Adha). Sebagai bagian dari masyarakat Jawa, saya rasa sungkeman wajib dilakukan sebagai bentuk permintaan maaf kita kepada orang yang perlu kita hormati, khususnya orang tua.

Maksud dari sungkeman tentu saja untuk meminta maaf atas segala perbuatan yang telah kita lakukan, baik disengaja maupun tidak disengaja. Dalam acara pernikahan adat Jawa, sungkeman menjadi rangkaian yang tidak bisa dipisahkan.

Saat kita meminta maaf kepada orang tua dengan cara “sungkem”, kata-kata yang harus diucapkan lazimnya  menggunakan bahasa Jawa Krama Inggil atau Krama Alus.

Kalau masyarakat Jawa biasanya melakukan sungkeman sebagai suatu yang terlihat sakral. Kalimat yang dituturkan biasanya amat sopan, penuh khidmat dan penuh makna.

Sayangnya, anak Jawa zaman sekarang kebanyakan tidak diajari bahasa Jawa dengan unggah-ungguh yang benar.

Bahkan, ada yang mennggunakan bahasa Indonesia untuk percakapan sehari-hari. Kondisi seperti ini tentu membuat anak tersebut menjadi tidak bisa bahasa Jawa secara fasih.

Yang bahasa Ngoko saja belum fasih, apalagi kalau bahasa krama inggil?

Wah pastinya tidak tahu menahu tuh.

Memang kondisi sekarang ini, sangat jarang orang tua yang mendidik anaknya berbahasa Jawa sesuai unggah-ungguh dalam aktivitas sehari-hari. Jadi  semisal si anak bercakap-cakap ke orang tua, masih menggunakan bahasa Ngoko yang bisa dikatakan ‘kasar’. Kondisi ini tentu sangat parah dalam adat Jawa.

Saya pun juga begitu, terbiasa menggunakan bahasa Jawa Ngoko bahkan kepada orang tua. Karena tidak terbiasa menggunakan Krama Inggil, jadinya tidak fasih dan kadang kebingungan sendiri.

Sungguh memprihatinkan ya?

Orang Jawa tapi tidak bisa Bahasa Jawa. Sungguh ironis dan cukup trenyuh hati ini sebenarnya. Seperti seorang blasteran saja.

Nah, kalau kamu sama kondisinya seperti saya, kamu bisa melakukan sungkem dengan mengucapkan kata-kata yang baik dan benar berikut ini.

Tentunya, dengan Bahasa Jawa Krama Inggil / Krama Alus ya…

Yuk, simak bersama-sama!

Cara Sungkeman Bahasa Jawa yang Baik dan Benar

Mari kita mulai dengan cara sungkem itu sendiri. Urut-urutannya pun sebenarnya simpel, kamu bisa melakukannya sebagai berikut:

1. Duduk Bersimpuh dan Lebih Rendah

Lazimnya, sungkem dilakukan dengan duduk bersimpuh dan lebih rendah dari target. Biasanya hal ini dilakukan kepada ayah, ibu, kakek, nenek dan kerabat lain yang lebih tua dari kita. Kalau usia sebaya atau lebih muda, mungkin sekadar salaman atau berpelukan sudah cukup. Tidak perlu duduk bersimpuh dan lebih rendah.

2. Ucapkan Kata-kata Minta Maaf yang Sopan

Sebenarnya, di sinilah inti dari sungkeman itu sendiri. Kita mengucapkan minta maaf atas kesalahan yang telah kita perbuat, baik itu kesalahan yang disengaja maupun tidak. Untuk ucapan minta maafnya, nanti akan kami bahas lebih lanjut di bawah.

3. Cium Tangan dan Peluk

Sembari mengucapkan permohonan maaf, kamu juga bisa mengapit kedua tangan orang tua dan menundukkan kepala/mencium kedua tangannya. Minta permohonan maaf terlebih dahulu baru cium tangan juga sebenarnya sah-sah saja.

Setelah mengucapkan permohonan maaf dan cium tangan, kamu bisa memeluknya erat-erat. Dan dengan begini, sungkeman lebaranmu sudah berjalan sebagaimana mestinya.

Kata-kata atau Ucapan Sungkeman Bahasa Jawa Krama Hari Raya Idul Fitri

Kalimat sungkem bahasa Jawa saat lebaran memang ada bermacam-macam. Kamu bisa mengucapkannya secara singkat, padat dan jelas atau mengucapkannya secara panjang lebar.

Kesempatan kali ini, saya menggunakan bahasa Jawa Krama khas Banyumasan (ngapak). Di setiap daerah mungkin logatnya agak berbeda, tapi sebenarnya sama saja.

Kalau kamu itu kaku dalam mengucapkan Krama Inggil, kamu masih bisa menghafal kata-kata berikut ini dan diucapkan secara pelan-pelan. Sedangkan kalau kamu sudah fasih dan lancar, tentu hal ini tidak akan menjadi masalah.

1. Kata-kata Sungkem yang Singkat dan Mudah diucapkan

Simak ya…

Kula ngaturaken sugeng riyadi lan nyuwun pangapunten dumatheng sedoyo kelepatanipun lan klenta-klentinipun kula, (bapak/ibu/mbah).

Artinya: “Saya ucapkan selamat hari raya dan minta maaf atas semua kesalahan dan kekeliruan saya, (bapak/ibu/mbah).”

Ngaturaken sugeng riyadi, kula nyuwun agunging pangapunten sedoyo kalepatan dumatheng (bapak/ibu/mbah) mugi kerso dipun pangapunten sedoyo dosa kula meniko.

Artinya: “Mengucapkan selamat hari raya, saya minta maaf atas semua kesalahan dan kekeliruan saya kepada (bapak/ibu/mbah), semoga bisa dimaafkan semua dosa saya tersebut.”

2. Ucapan Sungkem dengan Sedikit Tambahan Kata-kata

Sebenarnya, ucapan di poin pertama sudah cukup. Namun kamu juga bisa menambahkan beberapa tambahan kata-kata lainnya seperti ini:

Allohummaghfirlana,….(kata-kata sungkem)…….

Artinya: “Semoga Allah memaafkan kita,….(kata-kata sungkem)…….”

Atau bisa juga seperti ini…

Taqoballohu minna wamingkum,….(kata-kata sungkem)…….

Artinya : “Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua,….(kata-kata sungkem)…….”’

Ditambah ini juga lebih baik….

Minal aidzin wal faidzin,….(kata-kata sungkem)…….

3. Kata-kata Sungkem Bahasa Jawa Krama Inggil yang Lebih Komplit

Dua poin sebelumnya mungkin lebih sering disampaikan oleh remaja/muda mudi yang belum begitu fasih mengucapkan kata-kata tersebut.

Sedangkan kalau untuk orang yang lebih dewasa, mungkin kata-kata yang digunakan jauh lebih komplit.

Bissmillahirrohmanirrohiim(Lalu mengucapkan sholawat Nabi sesuai yang biasanya diucapkan)

Kula mriki sowan dateng ngarsanipun Bapak/Ibu/Mbah

Sepindah kula tuwi lan silaturahmi kangge paseduluran sesami tiyang muslim

Kaping kalih kula nyuwun pandonganipun Bapak/Ibu/Mbah … (bisa ditambahkan doa mau didoakan apa) …

Lan ingkang kaping tigonipun kula nyuwun pangapunten seagengipun samodra pangaksami dhateng sedaya klenta-klentunipun lampah kula tumindak lan anggene kula matur ingkang kula jarag nopo dene mboten dipun jareg.

Semanten niko kula nyuwun mugi-mugi saged ndadosaken penggalihipun panjenengan lan manahnipun kula tentrem.

Lan ingkang ugo kito suwun-suwun, mugi ibadah kula lan panjengengan saged ketampi ing ngarsane gusti Allah Subhaanahu Wata’ala lan mugi Allah kersa maringi pangapunten dumateng sedaya kelepatan kita sedoyo.

Artinya dalam Bahasa Indonesia kurang lebih seperti ini:

Saya bertamu ke rumah Bapak/Ibu/Mbah

Pertama-tama, saya silaturahmi untuk memperat persaudaraan sesama orang muslimYang kedua saya minta doa dari Bapak/Ibu/Mbah

Dan yang ketiga saya minta maaf yang sebesar-besarnya (sebesar samudra) atas semua kekeliruan saya dari setiap tindakan/perilaku saya dan dari ucapan saya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Semua itu saya minta semoga bisa menjadikan hati Anda dan hati saya tentram.

Dan juga kita berharap, semoga ibadah saya dan Anda diterima di sisi Allah Subhaanahu Wata’ala dan semoga Dia memberikan ampunan atas semua kesalahan kita semua.

Bisa juga seperti ini:

Kula sowan wonten ing ngarsanipun Bapak/Ibu/Mbah

Sepisan, caos sembah pangabekti

Mugi katur ing ngarsanipun Bapak/Ibu/Mbah

Ingkang kalih, mbok bilih wonten klenta-klentunipun

Atur kula saklimah

Tuwin lampah kula satindak

Ingkang kula jarag lan mboten kula jarag

Ingkang mboten ndadosaken sarjuning panggalih

Mugi Ibu kersa maringi gunging

Samodra pangaksami

Kula suwun kaleburna ing dinten riyadi punika

Lan ingkeng putra nyuwun

Berkah saha pangestu

Opsi kedua ini sebenarnya sudah baik, tapi jauh lebih baik opsi yang pertama ya.

4. Kata-kata Sungkem Lebaran untuk ALTERNATIF

Ini beberapa opsi yang bisa kamu ucapkan selain beberapa contoh di atas:

Kula tiyang enem mbok bilih katah klenta-klentu anggene kula matur lan tindak ingkang ndadosaken penggalihipun panjengenan ingkang langkung sepuh mboten sekeco, kula aturi pangapunten seagengipun dhateng sedaya kelepatan kula menika.
Kula ngaturaken sembah ngabekti dhateng panjenengan, ugi nyuwun pangapunten ing sadeleme manah dumateng sedaya agengipun kelepatanipun tindak tanduk ingkang katingal menapa mboten katingal. Mugi Allah Subhaanahu Wata’ala nglebur dosa kula lan panjenengan ing dinten riyaya meniko.
Ngaturaken sugeng riyadi sedaya lepat nyuwun pangapunten –> Tapi ini cocoknya buat anak-anak sih, kalau sudah dewasa saya rasa harus menggunakan kata-kata yang kebih lengkap lagi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Kalau minta maaf lebaran “Ngaturaken sugeng riyadi sedoyo lepat nyuwun pangapunten” itu juga bisa diucapkan ke orang-orang yang seumuran dengan kita, misalnya teman akrab. Tapi konteksnya bukan sungkem ya, hanya meminta maaf biasa. Setau saya sungkem kan harus duduk bersimpuh terlebih dahulu dan biasanya ditujukan untuk orang tua.

Saya rasa, beberapa contoh kata-kata sungkem tadi bisa membantumu untuk sungkem dengan baik dan benar, tentunya dengan pelafalan dengan bahasa Jawa Krama Inggil sesuai unggah-ungguh bahasa yang ada di daerah kalian.

Saya juga minta maaf apabila ada kekeliruan dalam penulisan di artikel ini, silakan dikoreksi jika ada kata yang mungkin kurang tepat penggunaannya. Mau menambahkan juga boleh.

Semoga amal dan ibadah kita bisa diterima oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala… Aamiin.

Semoga sukses ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *