Makna Barokah Beserta Dalilnya

3 min read

Makna Barokah beserta Dalil dan Contohnya
pixabay sahrokh

Dalam keseharian kita, kata “Barokah” atau “Berkah” pasti sudah sering kita dengar. Misalnya, mari kita mencari barokah; cari rezeki itu yang halal dan berkah; makan makanan itu harus habis agar bisa mendapat berkah. Namun, apa sih makna barokah atau berkah itu?

Banyak orang yang kurang memahami hal ini. Padahal sebenarnya, jika diresapi lebih dalam, makna barokah memiliki peranan yang cukup penting dalam hidup ini.

Makna Barokah atau Berkah

Secara istilah, kata barokah memiliki makna ziyadatul khair yang berarti “bertambahnya kebaikan”. Dalam kamus Bahasa Arab karya Ibnu Mandhûr, Lisânu al-‘Arab, kata “barokah” memiliki arti “berkembang dan bertambah baik (an-namâ` wa az-ziyâdah)” atau “kebahagiaan hidup (as-sa’âdah)”. (1414 H: X, 395).

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “barokah” diubah menjadi “berkah” yang memiliki arti “karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia”.

Sebenarnya pengertian barokah dan berkah itu sama saja, sama-sama mengandung makna kebaikan dalam hidup bagi orang-orang yang memperolehnya.

Kalau kita membahasnya lebih luas lagi, barokah atau berkah bisa diartikan sebagai bertambahnya ketaatan kepada Allah dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya.

Istilah lain barokah dalam bahasa Arab yaitu mubarrak atau tabarruk. Untuk kata “tabarruk” sendiri merupakan derivasi dari kata “barokah”.

Perubahan yang berawal dari tiga huruf (ba-ra-ka)  ke wazan “tafa’aala” dengan menambahkan huruf tâ` di depan dan menggandakan atau men-tasydîd huruf yang di tengah (‘ain fi’il) supaya memiliki makna “mencari” (thalab).

Dengan kata lain, Tabarruk bisa kita artikan sebagai mencari barokah / berkah.

Cara Mencari Barokah

Mencari barokah bisa juga kita artikan sebagai mencari kebaikan.

Jadi, sebagai manusia kita bisa berharap bahwa kehidupan kita akan menjadi lebih baik dengan melakukan tindakan.

Walau begitu, kita harus memahami bahwa yang memberi kebaikan adalah Allah, bukan sepenuhnya berasal dari tindakan yang kita lakukan.

Tindakan yang kita lakukan untuk mencari berkah, bisa disebut dengan amal, kedudukannya sebagai perantara atau “wasîlah” memohon kebaikan kepada Allah.

Dengan melakukan amal atau tindakan yang sesuai perintah Allah, maka Allah akan memberi kebaikan kepada siapa saja yang melakukannya.

Sebaliknya, jika tindakan yang kita lakukan melanggar perintah maka Allah akan menghukum kita.

Ini juga berkaitan dengan kedudukan kita sebagai manusia untuk selalu ber-taqwa kepada Allah, selalu mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Dalil Anjuran Mencari Berkah

Pencarian berkah salah satu contohnya yaitu dengan bersedekah sebagai perantara meminta pertolongan kepada Allah untuk mendapatkan rezeki yang berkah.

Contoh mencari berkah yang lainnya yaitu seorang santri yang mencium tangan Guru/Kiai atau meminum air bekas Guru/Kiai.

Perbuatan tersebut bisa dimaksudkan sebagai perantara (wasîlah) memohon berkah kepada Allah. Setelah menjalankan perbuatan itu, semoga Allah memberi kebaikan kepada orang yang menjalankan perbuatan tersebut.

Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki (w. 1425 H/2004 M) dalam bukunya, Mafâhîm Yajibu An Tushahhaha, mengatakan:

إِنَّ التَّبَرُّكَ لَيْسَ هُوَ إِلَّا تَوَسُّلًا إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِذَلِكَ الْمُتَبَرَّكِ بِهِ، سَوَاءٌ أَكَانَ أَثَرًا أَوْ مَكَانًا أَوْ شَخْصًا

“Sesungguhnya mencari berkah tidak lain hanya sebagai pelantara memohon kebaikan kepada Allah melalui sesuatu yang diambil berkahnya, baik itu berupa peninggalan, tempat, maupun tubuh seseorang.” (tt: 232).

Contoh Berkah dalam Kehidupan

Kalau kita mencontohkan berkah dalam kehidupan, kita tidak selalu mendapat berkah saat kondisi normal. Ketika terkena musibah pun kita juga bisa mendapat berkah. Misalnya Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam, ketika beliau sakit semakin menambah ketaatannya kepada Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menemukan banyak sekali contoh dari barokah.

  • Berkah itu tak selalu panjang umur, karena ada yang umurnya pendek tapi taatnya luar biasa.
  • Jika usaha bangkrut karena diawali meminjam uang dari riba dan dia beralih usaha tanpa riba, maka dia sudah mendapat berkah. Karena seperti yang kita tahu, riba hukumnya haram. Ketika dia meninggalkannya, maka dia sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya.
  • Seorang anak jika berkembang dengan baik ilmu dan kesalehannya, (barokah/berkah) maka orang tua senang dan bangga. Dengan kata lain, seorang anak yang berkah bukan hanya bergelar dan memiliki jabatan tinggi saja, melainkan soleh dan selalu mendoakan orang tuanya.
  • Keluarga yang rukun, baik dan saleh (berkah) maka semua anggota keluarga akan bahagia.
  • Makan makanan dari uang yang halal, maka hati akan menjadi tenang.
  • Makanan yang berkah, bukan hanya karena kelezatan atau komposisi gizinya, namun makanan tersebut bisa mengundang pemakannya menjadi lebih taqwa setelah makan.
  • Tanah yang berkah itu bukan hanya karena subur atau keindahannya, tanah yang tandus juga ada yang memiliki keberkahan di hadapan Allah, salah satunya kota Madinah dan Makkah.
  • Ilmu bisa dikatakan berkah yaitu ilmu yang bermanfaat bagi orang lain dan mampu memicu seseorang untuk melakukan lebih banyak kebaikan, bukan hanya banyak riwayat namun tidak diamalkan.
  • Berkah berpuasa di bulan Ramadhan bukan hanya sebatas beli baju baru atau rumah baru, melainkan jiwa raga kita yang baru; menjadi lebih baik dan taqwa dalam beribadah kepada Allah.

Dengan kata lain, orang-orang yang memperoleh berkah adalah orang-orang yang hidupnya baik menurut agama (diridai Allah).

Berkah Puasa di Bulan Ramadhan

Ada banyak sekali berkah di Bulan Ramadhan. Namun, keberkahan di Bulan Ramadhan seperti banyaknya pahala yang bisa kita dapatkan jika beribadah, melatih diri untuk menahan segala godaan duniawi, mendorong diri untuk menolong sesama, menjadi lebih baik akhlaknya seperti meningkatnya kejujuran, kesabaran dan bersyukur.

Dalam hadist menyebutkan, “Tidaklah seorang yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan ia (karena puasanya) dari neraka sejauh 70 tahun” (HR. Bukhari & Muslim).

Apa Bedanya Berkah dan Berkat?

Sebenarnya, “berkah” dan “berkat” memiliki makna yang sama seperti halnya kata “barokah”. Kata “barokah” dalam bahasa Indonesia diserap dalam bahasa daerah seperti halnya dalam Bahasa Bugis yakni barakka’, bahasa Berau yakni barrakat, dan bahasa Jawa yakni berkat.

Memang kosakata bahasa Indonesia banyak mengambil dari bahasa Arab, jadi penggunaan kata berkah atau berkat juga termasuk dalam perubahan bentuk kata tersebut.

Contoh kata koran yang mengacu pada kata quran dalam bahasa Arab, kertas; dari kata qirtosun, dan masih banyak lagi.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “berkah” artinya karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia.

Sedangkan kata “berkat” dalam KBBI memiliki dua arti, sinonim dengan kata berkah dan ‘karena atau akibat dari’.

Kita juga sering menjumpai kata berkat seperti di dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi, “Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa…”.

Demikianlah ulasan singkat mengenai makna barokah atau berkah dalam Islam. Secara sederhana, barokah bisa kita artikan sebagai bertambahnya kebaikan.

Upaya kita untuk mencari kebaikan tersebut juga bisa kita sebut dengan mencari barokah dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat berkah, aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *